Percaya ga Percaya, tapi ini nyata…ternyata ada juga yang sewa-menyewa manusia!
“Disewakan pria berkulit gelap”, demikian iklan BlackPack, perusahaan kecil di Groningen, Belanda utara, yang menawarkan pria berkulit gelap.
Perempuan bisa menyewa DJ, sopir, petugas keamanan, asisten belanja, guru salsa, pemijat, penari telanjang, maupun koki pribadi.
Tim BlackPack terdiri dari 10 pria antusias. Berkulit gelap tentunya. Pilihan ini dibuat dengan sadar, demikian Brian Oudhoff, Direktur BlackPack yang keturunan Suriname.
“Anda harus melihatnya sebagai biro tenaga kerja, bukan untuk lansia atau anak muda tapi untuk pria kulit hitam. Saya ingin memulai perusahaan sendiri dengan pria kulit hitam”.
Banyak minat
Di samping pemijat, koki, guru salsa, asisten belanja, dan penari telanjang, perusahaan ini juga menawarkan pria pendamping. Namun, Oudhoff, menegaskan mereka dilarang melakukan hubungan seksual dengan pelanggan.
“Jatuh cinta sih bisa-bisa saja, tapi akan diikuti PHK. Kami bukanlah biro escort dan kami hindari sekuat tenaga cap seperti itu,” kata Oudhoff seperti ditulis wartawan Radio Netherlands, Stephanie Meulens, Jumat (6/2).
BlackPack sudah beroperasi hampir sebulan, dijalankan dari ruang tamu rumah Oudhoff di Groningen. Melalui situs web, para nasabah, yang kebanyakan kaum perempuan bisa menyampaikan keinginan mereka.
Satu jam bersama pria BlackPack biayanya 50 sampai 75 euro. Oudhoff terutama membidik para pebisnis perempuan independen, tapi tentu saja semuanya diterima.
Sejauh ini pesanan memang belum membanjir. Para pelanggan terutama masih kenalan-kenalan sendiri. Tapi minat untuk itu besar, demikian tandas Oudhoff. “Itulah alasannya kenapa saya memulai perusahaan ini”.
Asisten belanja
Kevin Was adalah salah satu pria BlackPack yang bisa disewa sebagai asisten belanja pribadi. Setiap hari, ia menyisiri toko-toko mode di Belanda dan memberi nasihat kepada perempuan tentang busana yang paling tepat.
“Jeans ketat sama sekali sudah tidak bisa lagi,” katanya kepada sang wartawati. Jadi butuh pakaian baru. Tapi bagaimana Waas bisa memilihkan busana yang tepat? “Kalau saya belanja dengan seorang perempuan, maka saya ingin tahu semuanya terlebih dahulu sampai akhirnya saya menjatuhkan pilihan”, kata Waas.
Di toko sepatu, Waas segera menuju ke sepatu hak tinggi berwarna lembayung gelap. “Wah… saya suka sepatu hak tinggi,” katanya. “Kalau saya perempuan, saya akan mengenakannya.”
Sang wartawati menekankan, ia hanya punya 100 euro dan ingin celana jeans serta kaos. “Oke”, katanya penuh percaya diri. “Kaos seperti apa yang kamu inginkan? Ketat atau longgar?” Kaos ketat. “Tapi jangan terlalu ketat ya,” tambahnya.
Di toko pakaian, Waas mengambil t-shirt dengan gambar kepala perempuan. “Ini aku pilihkan jeans yang bagus. Harganya juga terjangkau buat kamu, 19 euro 90 sen.”
ONO
Sumber : Radio Netherlan



